PKB 3 Besar Survei Puspoll Indonesia, Cak Imin: Jangan Lengah, Lakukan Politik Kehadiran

Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Muhaimin Iskandar

 
PKB KOTA SEMARANG - Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Muhaimin Iskandar menanggapi hasil survei Puspoll Indonesia yang menempatkan elektabilitas PKB dalam 3 besar. Ia menilai, capaian ini tak lepas dari kerja keras dan kiprah nyata seluruh kader baik di tingkat pusat maupun daerah.


"Kita bersyukur masuk survei tiga besar tapi jangan lengah, terus lakukan politik kehadiran. PKB konsisten selalu hadir dalam kepedulian sosial seperti membantu dan menolong korban bencana alam. Kita jangan lelah untuk selalu hadir membantu masyarakat," kata Muhaimin dalam keterangan tertulis, Selasa (25/5/2021).

Pria yang akrab disapa Cak Imin ini mengatakan dirinya bertekad untuk memberikan atensi dan perhatian kepada semua kader. Hal ini diupayakan guna menjaga semangat dan bersatu padu membangun bangsa dalam kondisi apapun.


"PKB juga harus selalu berperan aktif dalam berbagai kebijakan legislatif dan eksekutif dengan memperjuangkan produk UU atau keputusan pemerintah yg berpihak ke masyarakat bawah," tambahnya.

Cak Imin pun mengingatkan agar warga memaksimalkan segala sumber daya untuk menyentuh dan dekat dengan kalangan akar rumput. Ia juga mengimbau untuk mendengarkan aspirasi dan mengupayakan pencarian solusi atas berbagai kesulitan yang ada.

Ia menilai pemanfaatan teknologi komunikasi terkini dalam berkomunikasi dan berinteraksi menjadi pilihan yang tepat. Terutama, mengingat wilayah Indonesia yang cukup tersebar dari Sabang sampai Merauke.

"Kepada seluruh kader PKB saya harapkan dapat mengoptimalkan penggunaan medsos, Facebook, Twitter, YouTube, IG guna menyebarkan informasi kegiatan yang dilakukan PKB," imbau Cak Imin.

Sebagai informasi, hasil survei Puspoll Indonesia menunjukkan PKB memiliki elektabilitas sebesar 9,2 persen, di bawah PDI-P (22,3 persen) dan Partai Gerindra (13,4 persen). Pengumpulan data survei ini dilakukan pada periode 20 hingga 29 April 2021, melalui wawancara tatap muka dengan menggunakan kuesioner terstruktur di 34 provinsi.

Diketahui, sampel survei dipilih secara acak menggunakan metode penarikan sampel acak bertingkat dengan jumlah sampel sebanyak 1.600 responden dan margin of error 2,45 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. (mul/mpr/Sumber: Detik.com)